Bulan Purnama yang Dinantikan

Mauliddiambil dari www.rufaqa-indonesia.com

Kedatangan Rasulullah ke Madinah telah ditunggu-tunggu dengan penuh harap. Berita kedatangan Rasulullah SAW sudah terdengar di Madinah, tapi karena Rasulullah SAW tiga hari berada di Gua Thur dan tidak melalui jalan biasa, jadi orang tidak tahu kapan tepatnya Rasulullah SAW akan sampai. Tapi setiap hari orang-orang Madinah dan Saidina Mus’ab bin Umair menunggu-nunggu kedatangan manusia yang paling mulia disisi Tuhan yaitu Rasulullah SAW. Saidina Mus’ab sudah mempersiapkan suasana untuk pemnyambutan Rasulullah SAW. Setiap hari setelah shalat subuh, orang-orang Madinah selalu beramai-ramai keluar ke pintu masuk Madinah untuk menunggu kedatangan Rasulullah SAW. Ketika tiba waktu zuhur, kembalilah mereka untuk pulang. Begitulah mereka setiap hari menunggu kedatangan Rasulullah SAW. Bahkan bukan orang islam saja yang menunggu, tetapi orang yahudi Madinah pun ikut menunggu ketibaan manusia paling mulia ini.

Kedatangan Rasulullah SAw bukan saja sebagai Nabi tetapi juga sebagai pemerintah dan pemimpin. Penyambutan kedatangan Rasulullah ini merupakan program besar di Madinah. Rasulullah tiba di Madinah pada tanggal 12 Rabiul Awal, hari Isnin. Pada hari itu seperti biasa orang Madinah menunggu kedatangan Rasulullah SAW sejak subuh sampai tengah hari. Ketika matahari sudah tinggi mereka mulai beranjak pulang dan besok akan datang lagi untuk menyambut kedatangan Rasulullah SAW. Di saat mereka sudah mulai bubar, ada seorang Yahudi yang menunggu atas pohon kurma tiba-tiba menjerit dan memanggil seluruh orang Madinah. Dia berteriak ketika melihat dari kejauhan Rasulullah SAW dan Saidina Abu Bakar sedang menuju Madinah. Mereka pun kembali untuk menyambut kedatangan Rasulullah SAW. Mereka sangat gembira dan terharu. Mereka semua menyambut sambil bernasyid:

Thola ‘al badru ‘alaina min tsniyyatil wada’ …
(telah datang bulan purnama pada kami dari Tsaniyatil Wada’)

Begitulah bagi manusia, Rasulullah SAW bagai cahaya benderang yang datang di tengah kegelapan yang gulita. Kebanyakan orang Islam waktu itu belum pernah bertemu Rasulullah SAW, jadi mereka tidak kenal yang mana Rasulullah SAW dan yang mana Saidina Abu Bakar. Apalagi Rasulullah SAW dan Saidina Abu Bakar tidak jauh umurnya. Walaupun belum pernah bertemu tetapi mereka memberikan keimanan yang solid kepada Rasulullah SAW. Mereka semua telah berbaiah kepada Rasulullah SAW dan akan menjaga Rasulullah SAW serta mempertahankan Rasulullah SAW dari musuh-musuh ALLAH. Ketika matahri mengenai Rasulullah SAW, Saidina Abu Bakar memayungkan Rasulullah SAW. Barulah orang-orang Madinah mengenali Rasulullah SAW.

Ketika itu masing-masing penduduk Madinah berharap Rasulullah SAW berhenti di tempat mereka untuk mendapat keberkatan. Pertama kali Rasulullah SAW turun dari kendaraan yaitu didaerah Qubak. Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan para Sahabat untuk membangun masjid di situ. Begitulah kedudukan masjid dalam Islam. Selama empat hari Rasulullah SAW berhenti di Qubak. Ketika itu Saidina Ali tiba di Madinah. Di dalam masa itulah para Sahabat membangun masjid dan Rasulullah SAW menerima kunjungan orang-orang Madinah. Rasulullah SAW mulai menyusun orang-orang Islam khususnya kaum Muhajirin. Hari Jum’at Rasulullah SAW shalat jum’at di Diar bani Salim bin Auf daerah diantara Qubak dan Madinah. Setelah itu barulah Rasulullah SAW masuk ke kota Madinah. Setiap kampung yang dilalui Rasulullah SAW ketua dan penduduk kampungnya meminta Rasulullah SAW untuk berhenti dan tinggal disitu. Tetapi Rasulullah SAW meminta pada semua orang untuk membiarkan untanya berjalan sampai unta itu berhenti sendiri. Sabda Rasulullah SAW: Biar dia berhenti sendiri, unta ini mengikuti perintah ALLAH.

Akhirnya Rasulullah SAW sampai di Bani Najjar, disitu ada satu kawasan kosong yang dimiliki oleh dua orang anak yatim. Unta Rasulullah SAW berhenti di situ. Tempat yang berkat dan tempat yang ALLAH pilih. Rasulullah SAW membayar harga tanah itu kepada waris dua anak yatim ini dan Rasulullah SAW perintahkan untuk membangun masjid disitu. Inilah Masjid Nabawi masjid yang paling mulia setelah Masjidil Haram. Maka mulailah pembangunan Masjid Nabawi. Ketika itu semua Sahabat Anshar menawarkan kepada Rasulullah SAW untuk menginap di rumah mereka.

Akhirnya Rasulullah SAW memilih untuk tinggal di rumah Abu Ayub Al Anshari. Rumah Abu Ayub Al Anshari ini besar dan bertingkat dua. Abu Ayub meminta Rasulullah SAW untuk tinggal di atas, kata Abu Ayub, tidak pantas kami tinggal di atas tempat Rasulullah SAW. Tetapi Rasulullah SAW memilih tinggal di bawah untuk tidak merepotkan keluarga Abu Ayub karena Rasulullah SAW akan banyak dikunjungi tetamu. Begitulah mulianya akhlak Rasulullah SAW.

Pembangunan Masjid Nabawi terus berjalan, bahkan Rasulullah SAW pun ikut serta dalam pembangunan ini. Sambil bekerja para Sahabat melantunkan nasyid:

“Ya ALLAH tiada kehidupan melainkan kehidupan akhirat, ampunkanlah para Anshar dan Muhajirin”

Rasulullah SAW ikut bernasyid bersama sahabat Anshar dan Muhajirin. Begitulah peranan nasyid dalam Islam, membina jiwa dan menghidupkan semangat perjuangan selain memeriahkan suasana.

Rasulullah SAW ikut serta dalam mengangkat batu bata untuk membangung masjid ini. Begitulah Rasulullah SAW, seorang pemimpin contoh yang memiliki rasa kehambaan yang tinggi sehingga tidak segan-segan untuk berbaur dengan rakyatnya. Bukan untuk promosi tetapi untuk mencari redho ilahi.
Terakhir diperbaharui ( Monday, 24 March 2008 )

4 Responses to Bulan Purnama yang Dinantikan

  1. Mengenai penampakkan yang diceritakan di cerita diatas, subhanallah saya menyikapinya, dan jika dikaitkan dengan jaman sekarang ini lantas bagaimana seharusnya memposisikan sikap kita?

  2. waskita says:

    Dari sisi perasaan, kita perlu iri dengan para sahabat, mereka dapat menumpahkan perasaan mereka seperti tersebut di atas.
    Selain itu, di zaman ini, sudah tidak ada lagi nabi & Rasul, namun masih ada orang-orang yang menurut Rasulullah akan datang untuk memimpin umat Islam. Merekalah yang perlu kita tunggu-tunggu dengan penuh harap.
    Uraian tentang pemimpin yang ditunggu tersebut dapat dibaca di http://waskita.wordpress.com/2008/04/26/pemimpin-yang-ditunjuk-melalui-wahyu/

  3. doel belalang says:

    Assalamu’alaikum warohmatullah,,
    jika di lihat dari musibah2 di nusantara ini,,sudah selayaknya negara ini dipemimpin oleh yang mempunyai jiwa yang tenang,,jika tidak,,
    kehancuran2 akan banyak terjadi dan semakin menjadi2,,
    hilangnya kepercayaan terhadap pimpinan,,
    pimpinan sekarang sudah sangat susah untuk tidak KKN,,yang tidak ikut akan disingkirkan dari kelompok,,mereka,,sedangkan sementara ini hanya itu ladang dari ngebulnya dapur kita,,,
    saya akan tetap berusaha dengan keikhlasan hati supaya saya tidak terpengaruh oleh para KURAWA,,dan berjalan dengan apa adanya,,,
    biarlah ini menjadi sebuah pengorbanan saya demi kedatangan pemimpin2 seperti yang pernah menitis pada kian santang,,pada pada presiden sukarno,,pada presiden suharto,,
    KURAWA ITU yang AKAN DITUMPAS HABIS OLEH RATU ADIL,,,

    wassalamu’alaikum warohmatullah,,,,

    “doel belalang”

    yang akan menegakkan keadilan

  4. Abi nawir says:

    Subhanallah…
    Ashadu’anla illa ha ilallah
    wa ashadu ana muhammadan abduhu rasulullah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: