Salman Al Farisi

Dikisahkan dalam buku Jami’ Karamat Al Auliya’ karamah Salman Al Farisi ra yang di abugerahkan Tuhannnya kepadanya. Suatu ketika Harist bin ‘Amir melakukan perjalanan hingga sampai ke Madain. ia bertemu seorang lelaki berpakaian putih lusuh membawa kulit yang disamak berwarna merah yang digunakan dalam pertempuran. Laki-laki itu menoleh kepadanya dan berkata, “Tetaplah ditempatmu, ya Abdullah!” Harist bertanya kepada orang yang disampingnya, “Siapa lelaku itu?”. Orang yang disampingnya itu menjawab, “Salman”

Lalu Salman masuk ke dalam rumahnyadan mengenakan baju putihnya. Ia menyambut Harist, meraih tangannya dan menyalaminya. Harist berkata, “Ya Abdullah, engkau belum pernah bertemu denganku sebelumnya dan aku juga belum pernah bertemu denganku sebelumnya. Engkau tidak mengenalku dan begitu juga aku tidak mengenalmu.” Salman berkata, “Ya, demi Zat yang menguasai jiwaku. Ruhku telah mengenal ruhmu ketika aku bertemu denganmu. Bukankah engaku Harist bin Amir?” Harist menjawab, “Ya”. Salman menegaskan, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Ruh-ruh itu laksana tentara yang berperang. Tentara yang dikenal adalah kawan dan yang tidak dikenal adalah lawan'”

Begitulah karamah Salman Al Farisi yang dianugerahkan Tuhannya kepadanya. Semoga dengan keberkatan Rasulullah dan para sahabatnya, ruh-ruh kita dapat disatukan dan diperkenalkan satu sama lain.

7 Responses to Salman Al Farisi

  1. qg says:

    Telah bercerita asy-Syaikh ‘Ali ibn ‘Uthman al-Jullabi al-Hujwiri di dalam kitabnya yang bernama Kasyf al-Mahjub, sebuah kisah mengenai pengalamannya semasa dia masih muda, yakni ketika dia mula-mula melangkahkan kakinya di atas jalan kerohanian:

    Pada suatu hari, aku telah pergi ke sebuah desa bernama Salatak, yang terletak di Farghana (dieja juga sebagai Fergana, yang pada hari ini berada di dalam negara Uzbekistan). Di desa itu tinggal seorang wali Allah daripada kalangan al-Autad. Namanya ialah Bab ‘Umar. Isterinya bernama Fatimah.

    Aku telah bertolak dari Uzkand untuk menziarahi syaikh ini.
    Apabila sudah sampai dan berhadapan dengan Bab ‘Umar, aku telah ditanya, “Apakah sebabnya engkau datang ke mari?”

    Aku telah menjawab, “Semoga hamba dapat bertemu dengan tuan syaikh secara peribadi, dan semoga hamba dapat menerima satu pandangan restu daripada tuan syaikh.”

    Bab ‘Umar telah berkata pula, “Wahai anakku, aku telah melihat kepadamu pada setiap hari, selama tempoh sekian-sekian hari. Dan aku akan sentiasa melihat kepadamu, selama engkau tidak berganjak dari pandanganku.”

    Aku telah mengira kembali jumlah hari yang telah disebutkan oleh Bab ‘Umar. Nyatalah, jumlah hari itu bermula dari hari di mana aku mula-mula bertaubat (yakni perkara yang pertama yang mesti dilakukan oleh seseorang murid yang baru melangkah di atas jalan kerohanian).

    Bab ‘Umar telah berkata lagi, “Wahai anakku, mengembara secara jasmani untuk menziarahi wali-wali Allah adalah permainan bagi kanak-kanak. Maka mulai hari ini, berziarahlah secara rohani.”

    Bab ‘Umar kemudian meminta Fatimah membawa makanan. Dia telah membawa setalam buah anggur yang masih segar, yang tidak mungkin dapat diperolehi pada musim itu (yakni waktu itu bukan musim anggur), dan juga beberapa biji kurma masak, yang tidak mungkin boleh diperolehi di Farghana (yakni anggur dan kurma itu telah diperolehi melalui jalan karamah).

  2. Carlos says:

    Rasulullah saw pernah meletakkan tangan nya di atas kepala Salman al-Farisi sambil bersabda, pada suatu zaman ada suatu kaum yang kalau sekiranya iman itu di letakkan di atas bintang tzuraiya ( planet jupiter ) niscaya kaum itu akan sanggup menggapai nya,
    mungkin yg di maksud Nabi suci SAW kaum itu adalah orang2 yang seperti Salman,yang luas dan dalam ilmunya…
    tulus ikhlas dalam mencari kebenaran.

  3. duniawali says:

    Suatu ketika Rasulullah bersama para sahabatnya bersabda, bahwa Rasulullah merindukan ikhwannya, yaitu satu golongan di akhir zaman, yang sangat merindukan dan mencintai Rasulullah serta mengamalkan dan memperjuangkan sunah Rasulullah walaupun tidak pernah bertemu dengan Rasulullah. Sahabat berkata, Bukankah kami Ikhwanmu, Rasulullah bersabda, bukan engkau sahabatku, ikhwanku adalah satu golongan yang sangat mencintai dan merinduiku walaupun tidak pernah bertemu denganku…

  4. penyejukjiwa says:

    Sesama orang soleh/bertaqwa itu memang (mustinya) saling mengenal. Sayangnya koq nggak ada yang ‘kenal’ saya, dan nggak ada yang saya ‘kenali’. Duh ..

  5. Ghoelam says:

    Ada yg tau gak cerita wasiat nabi pd salman, bahwa sebelum salman wafat ia dapt berbicara dgn alam ruh. Konon, org yg menceritakan isi percakapan salman dgn ruh tsb akan mati. Kl ada yg tau sumberx post di sini ya! Bisa jg ama percakapanx. Oke

  6. Ridwan khalidi alfarisi says:

    Salman alfarisi sang kembra dri persia

  7. mwiyono says:

    mantabbb o’ teruskan pekerjaanmu dan jangan lupa
    mampir juga n tingggalkan coment ke blog ku.ok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: