Menahan Perasaan

Bukan mudah menahan perasaan jika dipermalukan orang, dendam pun datang
Tidak mudah menahan kemarahan kalau dimarahi atau dihina orang
sakit hati pun menyerang
Tidak mudah menahan rasa rendah diri bila berhadapan dengan orang yang punya kelebihan,

risau pun menjelang
Aduh susah sekali menahan perasaan dengki jika ada saingan atau ada ujian dari orang
Susah sekali hendak merasakan kesedihan orang,
kesedihan kita bersama di dalam pengalaman
Kesenangan orang kita merasa senang bersama
Bukan mudah hendak memaafkan musuh,
lebih-lebih lagi hendak berbuat baik kepadanya
Susah sekali apabila mendapat nikmat, hati tidak berbunga
Lebih-lebih lagi jika dipuji orang, hati berputik pula
Bukan mudah apabila mendapat kesenangan, nikmat, ilmu, kekayaan harta, kekuasaan,
hati merasa malu dengan Tuhan
Biasanya sombong datang, megah pun menerkam, hati pun bangga, suka menzalim orang
Apabila semua keistimewaan ada lebih susah menerima kebenaran
Kalau diuji memang pantang, sombong pun bertambah subur,
bertambah jauh dengan Tuhannya
Akhirnya kehilangan Tuhan, maka diri pun mengaku tuhan secara sikap bukan cakap
Di dalam keadaan lupakan Tuhan, maut pun datang bertaubat tidak sempat
Waktu nyawa dicabut barulah terkejut ada kehidupan yang kedua yang lebih dahsyat
Penyesalan pun datang tapi sudah terlambat, maka Nerakalah tempatnya
Aduh untung sedikit rugi sebukit,
untung sekarung rugi segunung
Untung sedikit tidak berkekalan,
ruginya untuk selama-lamanya

9.2.2004
Waktu Dhuha / menjelang Zuhur

-Di ambil dari koleksi Abuya At Tamimi-

4 Responses to Menahan Perasaan

  1. aboutmiracle says:

    Iya, susah sekali menahan perasaan itu.Rasanya ada semua dalam diri saya ciri2 yang Abuya sebutkan itu. Walaupun kita tahu bahwa hasad dengki, dendam, pemarah, etc itu dapat menjerumuskan kita ke neraka, tapi memang sungguh berat. Setelah membaca posting diatas ingin rasanya merubah kelakuan, tapi ya Allah…tidak mudah.Padahal ilmu sedikit banyak sudah ada. Paling mentoknya walaupun tidak terucap, tapi sikap kita menunjukkan apa yang ada dalam hati kita. Terlebih lagi dengan teman.

    Jadi apa yang mesti kita lakukan ketika kita dalam kondisi sedang berat2nya menahan perasaan itu…?Bueeraaat sampai rasanya setengah mati menundukkan ego ini..

  2. duniawali says:

    Iya..benar memang…musuh terberat adalah hawa nafsu…karena hawa nafsu adalah highway bagi syaitan. Kalo kita tak boleh tahan hawa nafsu, sebenarnya kita sudah kalah dalam peperangan besar. Mungkin kita boleh sabar dengan orang lain tapi dengan kawan kita susah sekali hendak sabar.
    Hanya orang2 yang selalu mengingati Tuhan saja yang boleh mengesan gerak hatinya. Kalau orang yang sesekali sekala lalai dengan Tuhan dia masih boleh tercabar dengan respon hati yang berlaku secara spontan.
    Abuya bagi solusi untuk kita agar kita jangan melihat kesalahan orang, lihatlah kesalahan diri, ingatlah dosa2 kita kepada Tuhan minta kepada Tuhan untuk di beri sabar.
    Boleh baca juga artikel sebelumnya ttg kepentingan diri dan muhasabatun nafsi.Moga2 Tuhan menggolongkan kita kepada golongan orang yang sabar. Karena orang yang sabar itu bighairihisab.ampun maaf…

  3. qudsiah says:

    Benarlah itu haq dalam berperasaan anas dan insan sehingga kabulnya permintaan ruhani oleh illahi keatas batas yang baru dan berharap jangan dicampaknya ke tangga belakang atau lereng bukit sebelum kemuncak.Jika dicampakkan juga aku redha lalu mencuba lagi tanpa jemu dan sedih dan jika naik pun ku redha walaupun angkuh hingga ku bunuh angkuh ku.Ya Allah Ya Haq Ya Allah Ya Qabul Ya Allah Ya Makbul.

  4. waskita says:

    Orang yang tidak kenal agama pun sangat ingin untuk dapat ‘menahan perasaan’, cuma kompensasinya ke penyakit jiwa. Bersyukurlah orang yang kenal Tuhan, karena dengan kenal Tuhan itu segala perasaan duniawi akan hilang digantikan perasaan akhirat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: