Abu Ayub Al Ansari Membukti Kebenaran Hadis

Abu Ayub Al Ansari adalah seorang Sahabat dari kaum Ansar. Rasulullah pernah tinggal di rumah Abu Ayub saat berhijrah ke Madinah.
Meskipun umur sudah tua, tapi Abu Ayub tetap berkeras untuk berangkat berperang untuk merebut konstantinopel. Hatinya sangat yakin dengan Rosulullah dan ingin menagih janji Rasulullah SAW sebagaimana tersebut dalam Hadis baginda: “Konstantinople akan jatuh ke tangan seorang pemimpin yang baik, tentera yang baik dan rakyat yang baik.”

Setelah tiba di Konstantinople tentera Islam bergabung, pasukan dari Mesir diketuai oleh Uqbah bin Amir dan dari Syam pula diketuai oleh Fudalah bin Ubaid r.a. Barisan tentera Romawi amat besar sekali dengan kelengkapan perang yang jauh lebih hebat. Tentera Islam pun berbaris untuk menghadapi mereka. Tiba-tiba seorang lelaki dari kalangan tentera Islam telah menerjang masuk ke dalam barisan tentera Romawi. Melihat tindakannya itu, tentera-tentera Islam pun berteriak kepadanya: “Maha Suci Allah! Dia mencampakkan dirinya ke dalam kebinasaan.”

Mendengar kata-kata mereka itu, Abu Ayub Al Ansari segera tampil lalu berkata, “Wahai manusia! Sesungguhnya kamu mentakwilkan ayat ini dengan takwil yang seumpama itu. Kami lebih mengetahui mengenai ayat Sesungguhnya ia telah diturunkan kepada kami golongan Ansar. Tatkala Allah menguatkan agama-Nya dan bertambah ramailah pengikutnya, kami telah berkata sesama kami secara rahasia dari pengetahuan Rasulullah SAW: “Sesungguhnya harta-harta kita telah terbiar, adalah elok kita tinggal di sana dan memperbaiki apa yang telah kehilangan dan kerugian terhadap harta-harta tersebut.”

Allah SWT berfirman: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah dan janganlah kamu mencampakkan diri kamu ke dalam kebinasaan.” (Al Baqarah: 195)

Ada pun kebinasaan itu adalah tinggal bersama kaum keluarga di mana kami telah berkeinginan untuk melakukannya, demi untuk memperbaiki harta benda kami. Maka kami telah diperintahkan untuk keluar berghuzwah (berperang). Demikianlah pendirian Abu Ayub, sebab itulah dia gigih berjuang walaupun umurnya sudah lanjut.

Dalam peperangan membebaskan Konstantinopel itu, berjatuhanlah para syuhada bagai kembang-kembang berseri yang gugur di Taman Syurgawi. Pada hari itu bermati-matian Abu Ayub bertempur dari terbit matahari sampai tenggelam. Akhirnya Abu Ayub jatuh sakit. Terbaring lesu tidak dapat bergerak lagi. Tentera-tentera Islam datang melawatnya.

Setiap yang datang, akan mendoakan: “Ya Allah, afiatkan ia dan sembuhkanlah ia.”

Mendengar doa itu, Abu Ayub menoleh kepada mereka dan berkata, “Jangan doakan begitu. Tapi ucapkanlah, ya Allah, kalau ajalnya sudah dekat, ampunilah dan berilah ia rahmat. Akan tetapi sekiranya ajalnya masih belum tiba, afiatkan ia dan sembuhkanlah segera dan berilah ia ganjaran.”

Ketika sakitnya semakin berat, Abu Ayub berwasiat agar jasadnya disemedikan di benteng Kota Konstantinopel. Diwaktu kematiannya peperangan masih bergelora. Jenazah Sahabat yang mulia itu dibawa ke benteng Konstantinopel untuk disemedikan. Ternyata beliau bukan orang yang dijanjikan Tuhan untuk menawan kota Konstantinople itu.

Namun begitu, pahala untuk beliau tetap diganjari Tuhan karena mencoba membuktikan Hadis Nabi SAW. Itulah yang menjadi kekuatan Abu Ayub untuk berjihad berhabis-habisan di kota itu. Setelah 600 tahun berlalu, Muhammad Al Fateh berjaya membebaskan kota itu pada tahun 1463. Beliaulah yang menepati Hadis Nabi SAW tersebut. Abu Ayub Al Ansari adalah salah seorang yang mencoba membuktikan kebenaran Hadis Nabi itu. Ini diikuti pula dengan Muhammad Al Fateh dan beliaulah pemimpin yang dijanjikan Tuhan. Apakah kita juga menjadikan Hadis Nabi SAW sebagai pendorong untuk membuktikan kebenaran Hadis untuk umat akhir zaman. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa di akhir zaman Islam akan bangkit dari sebelah Timur? Sejauhmana kesungguhan kita untuk menjadi orang-orang yang menyemarakkan Islam di sebelah Timur ini?

2 Responses to Abu Ayub Al Ansari Membukti Kebenaran Hadis

  1. ananda aditya says:

    subhanallah memang perjuangan hidup abu ayub
    harusnya jalan hidup abu ayub kita ikuti apalagi untuk pemuda2x seperti di indonesia…

  2. romi says:

    xde ke hadis-hadis yang ditulis dalam jawi??
    yang belum ditafsirkan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: