Islamic Finance

Berikut ini diceritakan kisah salah seorang sahabat Rasulullah S.A.W, Sayidina Zubair bin Awwam dan naknya, Sayidina Abdullah bin zubair. Mudah mudahan dapat memberi inspirasi pada kita semua tentang apa ebenarnya yg disebut “islamic finance” :

Sayidina Zubair Bin Awwam dikenal sebagai seorang yang sangat amanah selain juga peniaga yg cukup berhasil.
Karena sifat amanahnya tersebut cukup banyak Sahabat Rasulullah S.A.W yg lain yg menitipkan uangnya kepada beliau.

Karena begitu banyaknya orang yg menitipkan uangnya tersebut, maka berkatalah sayidina zubair bin awwam
(ZA) kpd orang orang itu : “Terus terang saya tidak punya cukup tempat untuk menyimpan uang sebanyak ini, jadi kamu anggap saja uang yg kamu titipkan ini sebagai hutang saya kepada kamu. nanti saat kamu memerlukannya, kamu datang dan mintalah uang itu kepada saya. InsyaAllah akan saya bayar”

Suatu ketika, ketika beliau hendak berangkat mengikuti perang jamal, beliau mendapat firasat yg cukup kuat bahwa beliau akan syahid di peperangan tersebut.
Karena itu beliau memanggil anaknya, Abdullah bin
Zubair (AZ) dan berkata lebih kurang begini :

ZA: “nak, ayah mendapat firasat bahwa umur ayah tidak lama lagi. selama ini banyak orang yg menitipkan uangnya kepada ayah, dengan akad utk diputar di tempat yg paling menguntungkan, hanya saja ayah tidak punya tempat utk menampungnya. jadi ayah bilang kpd mrk utk menganggap itu sebagai hutang bapak.

Jadi, nanti setelah bapak meninggal mereka semua datang, Kamu tolong bayarkan hutang ayah ya..”

“Jika kamu mengalami kesulitan dalam membayar hutang2 itu, mintalah pertolongan kepada maulana (Tuan/Majikan) ayah”.

AZ: “baik Ayah, InsyaAllah akan saya coba bayarkan hutang2 tersebut”

Selama ini uang tersebut ayah simpan dimana ? tanya Si anak

AZ: “Ayah putarkan ditempat yg paling menguntungkan. Ayah sedekahkan..”

Lalu siapa maulana (tuan/majikan) Ayah itu ?
Dengan tangan menunjuk ke atas, beliau menjawab :

“Allah…”

Dan memang ketika diperiksa seluruh catatan hutang tersebut didapati bahwa ketika wafatnya, total hutang Sayidina Zubair bin Awwam mencapai 2.200.000 (Dua juta dua ratus ribu) Dirham. Dengan kurs saat ini, Satu dirham perak setara dengan 27 ribu rupiah, maka 2.200.000 dirham setara dengan 59.4 Milyar rupiah..

Ternyata benarlah firasat Sayidina Zubair bin Awwam, beliau wafat di perang jamal tersebut. Dan seperti yg telah dikatakannya, maka datanglah satu persatu yg orang2 yg pernah menitipkan uangnya tersebut.

Bagaimana cara Sayidina Abdullah bin Zubair menyelesaikan Hutang tersebut ?

Beliau berdoa sebagai mana yg diajarkan ayahnya. dia memohon dan merintih pada Tuhan dengan ber tawassul kepada Ayahnya, sahabat rasulullah yg dijamin syurga.

Beginilah doanya “Wahai Tuannya Zubair bin Awwam, bantulah saya untuk membayar hutang2 hambamu, yg juga ayah saya tersebut..”

Karena begitu tingginya ketaqwaannya, doanya makbul, untuk tiap orang yg datang meminta uangnya, beliau berdoa selama 1 minggu. setelah seminggu tsb, memang Tuhan membukakan berbagai jalan utk membayar hutang tsb.

**************

Suatu kali, Sayidina abdullah bin zubair sedang berjalan membawa buku catatan hutang piutang ayahnya tersebut. Di jalan beliau bertemu dengan salah seorang sahabat Rasulullah S.A.W. Sekilas melihat buku itu, dia membaca bahwa orang ini memiliki hutang kepada ayahnya.

Maka berbicaralah dia kepada orang itu, sambil menjelaskan bahwa menurut catatannya, orang tersebut memiliki hutang kepada Ayahnya sebanyak 1 juta dirham.

Sahabat R.S.A.W tsb ketika mendengar perkataan itu, tetap tenang air mukanya. dan berkata “oh begitu ? oklah, insyaAllah akan segera saya bayarkan”

kemudian pergilah Abdullah bin zubair dari tempat tersebut. Sambil berjalan dia memeriksa catatan tadi. Barulah dia sadar dia sudah membuat kesalahan besar.
Rupanya dia salah membaca catatan tersebut. Justru ayahnya yg punya hutang 1 juta dirham kpd orang yg bersangkutan.

Maka berlarilah dia ke tempat orang tersebut dan minta maaf, bahwa dia telah salah membaca catatan. Orang itu pun tidak berubah air mukanya dan tetap tenang. “oh begitu, tidak apa apa. Bayarlah nanti saja jika kamu sudah ada uang..”

Karena abdullah bin zubair ini termasuk para sahabat yg bbrp kali pergi berperang, beliau mempunyai sebidang tanah hasil ghanimah (pampasan perang). maka dia tawarkan tanah tersebut utk membayar hutang ayahnya yg 1 juta ringgit tersebut.

“Namun tanah ini tidak begitu subur, dia tanah yg kering”, kata Abdullah bin Zubair. “Tidak mengapa, saya dapat menerima tanah itu utk pembayaran, anggaplah hutangmu sudah lunas”, Kata Sahabat Rasulullah Tsb.

Selepas bertransaksi, sahabat Rasulullah.S.A.W tadi menyuruh seorang pembantunya utk meletakkan kain sajadah diatas tanah itu. dia pun sholat sunnat dua rakaat. pada rakaat yg kedua, dia sujud lama sekali.
selepas sholat, dia minta pembantunya itu menggali tanah tersebut, dan Subhannallah, keluarlah air mengalir tadi tanah tersebut.

InsyaAllah, orang orang semacam inilah nanti yg akan melunasi hutang2 Republik Indonesia.

Advertisements

One Response to Islamic Finance

  1. hadi says:

    Assalamualaikum wr. Wb
    Salam sahabat, perkenalkan nama saya hadi , niat saya hanya ingin berbagi kebaikan khusus kepada orang yang mengalami kesusahan,

    Bismillahirrahmanirrahim
    6 thn yang lalu. awalnya sy seorang pengusaha di bidang property dan kontraktor yang bisa dibilang sukses. kesuksesan yang saya dapati hanya ujian semata terhadap diri saya. sehingga saya lalai akan ibadah, lalai akan kewajiban dan lalai akan zakat. suatu ketika musiba itu datang, ALLAH murka terhadap diri saya. bisnis dan usaha pun hancur dalam sekejab. saat itu sy punya anak dua dan masih kecil2, saya sempat putus asa dan tidak tau mau berbuat apa?,.hutang di bank hampir Rp. 10milyar , diperongan jg yang kian menempuk + bunga, Bahkan car ,rumah serta office pun disita oleh bank.

    Ikhtiar demi ikhtiar saya lakukan, tapi mengalami jalan buntu. Teman dan saudara semua menghindar, ya begitulah……diwaktu senang banyak uang seperti gula dikerumuni semut. Tersirat dalam hati, tersungkur didepan sajadah, dosa apa yang saya lakukan ya tuhan, padahal dikala sukses saya termasuk orang yg dermawan, suka membantu teman, tetangga dan keluarga. Larut dalam kesedihan, kesusahan dan penderitaan , hampir mau bunuh diri.. Ya tuhan, saya baru sadar bahwa selama ini usaha dan bisnis yang didapati dari hasil uang riba

    Bulan terus berganti tidak terasa sudah hampir 2 thn sy berusaha untuk bangkit, apapun pekerjaannya saya lakukan meskipun gaji yg saya dapat tiap bulan hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari itu pun juga terasa kurang sampai-sampai istri saya ikut mencari nafkah dengan ber jualan sayur dpasar yang penting halal .Puasa senin kamis pun sy lakukan agar dimudah doa dan keinginan. Alhamdulillah, ujian itu berakhir, Lewat bantuan seorang teman yang memperkenalkan saya dengan seorang ustad/kyai. membantu saya untuk mendapatkan modal dan ustad membimbing sy ke jalan yang lurus, membenarkan langkah kaki saya yg selama ini salah arah dalam bisnis dan juga kehidupan. Alhamdulillah juga beliau menyarankan saya untuk memulai usaha (Usaha yg beliau sarankan) hasil dari istikharah, yang barokah. usaha baru mulai dari nol walaupun harus sakit sakit dahulu. ALLAHUAKABAR, 7 bulan usaha baru yg saya mulai maju pesat. doa saya di ijabah, berkat bimbingan beliau, amalan2 wirid dan zikir yang beliau kasih saya lakukan dengan khusu’ dan istiqomah .
    Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…. ( Q.S.65 ;2-3)

    Alhamdulillah ya ALLAH. Saat menulis kisah ini saya sudah bangkit kembali dan bisa untuk membayar hutang hutang, rasa kepercayaan orang lain mulai timbul. saya sekeluarga sudah berangkat umrah . Hanya ALLAH yang bisa membalas budi baik kyai, beliau membantu tanpa Pamrih.
    Doa tanpa usaha, adalah suatu kebodohan. Usaha tanpa doa adalah suatu KESOMBONGAN. Yakinlah saudara2ku tiada satu manusia yang lolos dari cobaan , godaan dan ujian. Allah menguji sesuai kadar manusia masing2.
    perbanyaklah dhuha, tahajud, hajad dan bersedekahlah karena dengan sedekah suatu saat sedekah itu akan menolong diri sendiri.

    Hutang tetaplah Hutang yang harus dilunasi, karena hutang akan dibawa sampai mati dan harus dipertanggungjawabkan kepada Allah swt.

    Wassalam, semoga menjadi inspirasi
    ( Putrohadi9@gmail.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: