Artinya: Mula-mula sekali yang ditulis dengan Qalam di dalam Lauh Mahfuz dengan perintah Allah Ta’ala ialah: Sesungguhnya Akulah Allah, tidak ada tuhan melainkan Aku. Muhammad ialah hambaKu dan pesuruhKu dan pilihan Ku dari makhlukKu. Barangsiapa menurut akan hukumKu dan sabar terhadap percobaanKu dan bersyukur tentang ni’mat-ni’matKu niscaya Aku akan menulisnya sebagai seorang yang benar-benar percayakan Aku dan Aku akan membangkitkan (menghidupkan) dia di Hari Kiamat kelak di dalam golongan orang-orang yang benar-benar mempercayakan Aku waktu di dunia, tetapi barangsiapa yang tidak syukur tentang ni’mat-ni’matKu, maka cobalah ia keluar daripada bawah langitKu dan carilah tuhan yang lain daripada Aku.
Dan begitulah ditulis oleh Qalam bagi tiap-tiap umat sehingga sampai kepada umat Muhammad s.a.w. maka Qalam pun menulis: “Hai umat Muhammad, barangsiapa taatkan Allah niscaya Allah akan masukkan dia kedalam Surga dan barangsiapa durhaka kepada Allah (maka Qalam pun hendak menulis: “Niscaya Allah akan masukkan dia kedalam Neraka”), tiba-tiba datanglah satu teriakan: “Beradablah hai Qalam !” Lalu Qalam pun ketakutan dan menggeletar selama seribu tahun dengan sebab kehebatan kudrat Allah dan setelah itu maka Qalam itupun berkata: “Hai Tuhanku, apakah yang aku akan tuliskan (bagi umat Muhammad itu)?” Jawab Allah Ta’ala: “Tuliskan: Umat yang berdosa dan Tuhan yang sangat pengampun.” (Yakni Allah Ta’ala mudah mengampunkan apabila mereka bertaubat atau meminta ampun).
Dan pada lain riwayat ada dinyatakan bahwa Allah Ta’ala telah berfirman pula: “Sesungguhnya Aku sangat mudah menerima taubat, Aku menerima taubat dari sesiapa yang mau bertaubat.”