Bulan Purnama yang Dinantikan

March 26, 2008

Mauliddiambil dari www.rufaqa-indonesia.com

Kedatangan Rasulullah ke Madinah telah ditunggu-tunggu dengan penuh harap. Berita kedatangan Rasulullah SAW sudah terdengar di Madinah, tapi karena Rasulullah SAW tiga hari berada di Gua Thur dan tidak melalui jalan biasa, jadi orang tidak tahu kapan tepatnya Rasulullah SAW akan sampai. Tapi setiap hari orang-orang Madinah dan Saidina Mus’ab bin Umair menunggu-nunggu kedatangan manusia yang paling mulia disisi Tuhan yaitu Rasulullah SAW. Saidina Mus’ab sudah mempersiapkan suasana untuk pemnyambutan Rasulullah SAW. Setiap hari setelah shalat subuh, orang-orang Madinah selalu beramai-ramai keluar ke pintu masuk Madinah untuk menunggu kedatangan Rasulullah SAW. Ketika tiba waktu zuhur, kembalilah mereka untuk pulang. Begitulah mereka setiap hari menunggu kedatangan Rasulullah SAW. Bahkan bukan orang islam saja yang menunggu, tetapi orang yahudi Madinah pun ikut menunggu ketibaan manusia paling mulia ini. Read the rest of this entry »


Keutamaan Rasulullah SAW

March 24, 2008
Telah diriwayatkan daripada Ibni ‘Abbas radhi-Allah-‘anhuma bahwa Nabi kita s.a.w. telah bersabda:

Artinya: Mula-mula sekali yang ditulis dengan Qalam di dalam Lauh Mahfuz dengan perintah Allah Ta’ala ialah: Sesungguhnya Akulah Allah, tidak ada tuhan melainkan Aku. Muhammad ialah hambaKu dan pesuruhKu dan pilihan Ku dari makhlukKu. Barangsiapa menurut akan hukumKu dan sabar terhadap percobaanKu dan bersyukur tentang ni’mat-ni’matKu niscaya Aku akan menulisnya sebagai seorang yang benar-benar percayakan Aku dan Aku akan membangkitkan (menghidupkan) dia di Hari Kiamat kelak di dalam golongan orang-orang yang benar-benar mempercayakan Aku waktu di dunia, tetapi barangsiapa yang tidak syukur tentang ni’mat-ni’matKu, maka cobalah ia keluar daripada bawah langitKu dan carilah tuhan yang lain daripada Aku.

  Read the rest of this entry »

Tentang Nazak

March 13, 2008
Baginda Rasullullah S.A.W bersabda :
“Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat  nazak orang itu.”

Sambung Rasullullah S.A.W. lagi:
“Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibril A.S. akan membentangkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalah karena sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibril A.S.”

Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibril A.S. akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah karena terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.

Dari sebuah hadis bahwa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata:
“Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini karena orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T.”
Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah S.W.T. dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud: “Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain.”
Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun coba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu.
Maka berkata tangan : “Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan.”
Read the rest of this entry »


Suasana Di Alam Kubur

March 6, 2008

Sebelum malaikat Munkar dan Nakir datang kepada mayat yang sudah berada di dalam kubur, terlebih dahulu datang malaikat yang bernama Rumam dan duduk di sisi mayat itu dan berkata : “Tulislah segala amalan-amalanmu”. Mayat itu menjawab: “Bagaimana aku bias menulis sedangkan aku tidak punya punya pena, tinta dan kertas?” Malaikat berkata: “jarimu jadikan pena, air liurmu jadikan tinta dan  kain kafanmu jadikan kertasnya.” Kemudian mayat itu menulis amal kebaikannya. Ketika menulis amal kejahatannya mayat itu merasa malu. Malaikat berkata: “Wahai orang yang berdosa, kenapa engkau malu menulis amal kejahatnmu sedangkan engkau tidak malu melakukannya sewaktu di dunia?” Mayat itu pun terus dipukul dengan tongkat dan berkata: “Berhentilah memukulku, aku akan menulis semua amalanku”. Setelah selesai, malaikat menyuruh menggulung suratan itu dan dimetrikan. Kemudian digantungkan suratan itu pada kuduknya hingga hingga hari kiamat, seperti firman Allah:

Artinya: “Dan setiap manusia kami ikatkan perbuatannya ke kuduknya dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat  sebuah  buku  yang  diterimanya terbuka.” (Surat Israa’:13) Read the rest of this entry »


Ummatii….Ummatii…ummatii..

February 28, 2008

 renungan.jpg

Ketika Rasulullah SAW menjelang kewafatannya, Beliau sedang terbaring di tempat tidurnya di dalam rumahnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk ?” tanyanya. Tapi Saidatina Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maaf, ayahku sedang tidak dapat ditemui” kata Saidatina Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahandanya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Saidatina Fatimah “Siapakah itu wahai anakku ?”. “Tidak tahu ayah, sepertinya aku baru kali ini melihatnya” tutur Saidatina Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah SAW menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah SAW, Saidatina Fatimah pun menahan tangisnya. Read the rest of this entry »


Hebatnya Tuhan

February 27, 2008

sunrise2.jpg

BERLABUHLAH malam bila sampai waktunya
tibalah siang di waktu pagi
subuh menjelang memancarkan cahaya fajarnya
memberi isyarat hamba-hamba Allah untuk menyembah-Nya
Beginilah berlaku setiap hari
mengikut sunnatullah
matahari terbit mengiringi siang
bintang-bintang berselerak di langit berkelipan
menyerikan keindahan malam
ini terjadi mengikuti jadwalnya
tidak pernah tidak terjadi bila tiba waktunya
baru kita- tahu seluruh cakerawala
bahkan seluruh yang wujud ini
patuh mengikut perintah Tuhannya
Read the rest of this entry »


Tasawuf Adalah Intipati Islam I

February 8, 2008

Tasawuf Adalah Intipati Islam I

Tasawuf

Istilah tasawuf belum lahir di zaman Rasulullah SAW. Ketika Rasulullah masih hidup, beliau mengajarkan Islam kepada para sahabat secara satu kesatuan. Meskipun sudah ada pembagian ilmu berdasar Iman, Islam, Ihsan, tetapi Rasulullah mengajarkan ketiganya sekaligus.

1. Benarkah Tasawuf berasal dari Agama Islam?
Tasawuf memang berasal dari Islam. Sebagian orang yang kurang pengetahuan atau memang sengaja ingin menyesatkan, mengatakan bahwa tasawuf berada dari agama hindu ataupun budha. Sesungguhnya tidak. Tasawuf berasal dari satu pilar Islam. Ia adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan aqidah (tauhid) dan fiqih (syariat lahir). Ia adalah ajaran dan amalan Rasulullah SAW beserta para Sahabat ra. Sesungguhnya tanpa tasawuf agama ini akan kehilangan ruhnya dan tidak ada bedanya dengan ideologi buatan manusia. Beku, karena ilmu yang ada hanya bermain di akal, tidak di hayatidalam hati. Penghayatan dalam hati sehingga melahirkan akhlak mulia inilah tugas tasawuf.

Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.